SMKN 1 Lubuk Sikaping Luruskan Isu: Tak Ada Aset Hilang, Tak Ada Maling

    SMKN 1 Lubuk Sikaping Luruskan Isu: Tak Ada Aset Hilang, Tak Ada Maling

    Pasaman — Kabar burung mengenai dugaan hilangnya aset di SMKN 1 Lubuk Sikaping yang sempat membuat gaduh di jagat maya, kini terjawab tuntas. Pihak sekolah dengan tegas membantah adanya peristiwa pencurian, mematahkan narasi yang beredar luas di media sosial maupun beberapa pemberitaan.

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ria Wahyuni Ibrahim, menyatakan dengan lugas bahwa barang berupa perangkat jaringan komputer dan meja laboratorium yang keluar dari lingkungan sekolah merupakan hasil penarikan oleh pihak penyedia. Beliau menyaksikan langsung proses tersebut bersama dua anggota tim aset sekolah.

    "Tidak benar ada kemalingan. Saya bersama dua orang tim aset sekolah menyaksikan langsung proses pengambilan barang tersebut oleh penyedia, " tegas Ria Wahyuni Ibrahim.

    Beliau menambahkan, barang yang ditarik tersebut bahkan belum secara resmi tercatat sebagai aset sekolah lantaran proses pengadaannya belum sepenuhnya rampung. Dengan demikian, dipastikan tidak ada aset negara yang hilang maupun kerugian keuangan daerah yang timbul akibat peristiwa ini, berbeda dengan spekulasi yang sempat berkembang.

    Ria Wahyuni Ibrahim merinci, fasilitas tersebut awalnya didatangkan pada tahun 2025 untuk mengatasi kendala ketersediaan sarana dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer, mengingat kebutuhan mendesak para siswa pada saat itu. Namun, hingga memasuki tahun 2026, pembayaran atas fasilitas tersebut belum terselesaikan, yang akhirnya mendorong pihak penyedia untuk menarik kembali barang yang belum dilunasi.

    Kini, persoalan tersebut dikabarkan telah tuntas. Mantan Kepala SMKN 1 Lubuk Sikaping yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Muslim, bahkan telah menyelesaikan kewajiban pembayaran tersebut menggunakan dana pribadinya sebagai wujud pertanggungjawaban.

    "Ini persoalan administrasi dan pembayaran kepada penyedia, bukan kasus pencurian seperti yang berkembang di luar, " jelas Ria Wahyuni Ibrahim.

    Ia menyayangkan isu kemalingan yang terlanjur menyebar luas, yang dinilai telah menyesatkan opini publik. Lebih jauh, isu tersebut bahkan berkembang menjadi tudingan adanya praktik permainan dalam pengadaan komputer sekolah.

    Tudingan tersebut juga dibantah keras. Ria Wahyuni Ibrahim menegaskan bahwa komputer yang saat ini terpasang di laboratorium adalah bantuan langsung dari pemerintah pusat, bukan hasil pengadaan mandiri sekolah.

    "Komputer yang ada sekarang bukan pengadaan sekolah. Sebagian aset yang lama bahkan sudah tercatat sejak 1997 dan memang sudah waktunya diganti, " ujarnya.

    Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang beredar, memperjelas bahwa tidak ada aksi pencurian, tidak ada aset negara yang raib, dan tidak ada kaitannya dengan dugaan penyimpangan pengadaan komputer. Sebuah pengingat getir bahwa di era serba cepat ini, informasi yang belum terverifikasi seringkali lebih cepat menyebar daripada kebenaran faktual, meninggalkan pihak sekolah kembali berjuang menghadapi keterbatasan fasilitas laboratorium komputer dan jaringan yang krusial bagi kegiatan belajar mengajar.

    smkn 1 lubuk sikaping klarifikasi berita aset sekolah isu pencurian pasaman news pendidikan indonesia
    Syafrianto

    Syafrianto

    Artikel Sebelumnya

    PKAN Pasaman: Cetak Generasi Emas Lewat...

    Artikel Berikutnya

    Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Ganja Asal...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN, Kasus Cath Lab Tembus 138 Ribu
    BPJS Kesehatan Minta Anggaran Rp20 Triliun Segera Cair, Tekan Cashflow Gap JKN
    Pastikan Kejuaraan Bola Basket Berjalan Aman, Polisi Perkuat Kehadiran di Tengah Masyarakat
    Kalapas Irhamuddin Pimpin Kontrol Blok Hunian, Pastikan Situasi Tetap Aman
    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah

    Ikuti Kami